Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website banmobiljakarta.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 12 Cara Melepas Dinamo Starter Mobil & Memasangnya Kembali, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Cara Melepas Dinamo Starter Mobil – Memiliki peranan yang cukup penting didalam sebuah kendaraan terutama mobil, dinamo starter memang harus selalu memiliki kondisi yang bagus. Hal ini berkaitan erat dengan saat pertama kalian kita menyalakan mesin mobil. Pasalnya lewat komponen inilah mesin mobil akan bisa di hidupkan ketika pengemudi memutar kunci kontak ke posisi start.

Akan tetapi kondisi yang terus menerus digunakan seringkali membuat dinamo starter menglami kerusakan. Tidak tanggung-tanggung apabila kondisi tersebut tetap kalian biarkan, akan berdampak buruk pada kesehatan mesin mobil termasuk juga kesehatan dinamo starter mobil tersebut.

Yang dimana salah satu kondisi buruk yang diakibatkan oleh rusaknya dinamo starter mobil adalah keluarnya bunyi klek-klek disaat kalian memutar kunci ke posisi start. Atau yang paling parahnya lagi mobil benar-benar tidak bisa dihipupkan sama sekali. Tentu saja hal tersebut tak mau kalian alami bukan?

Maka dari itu selalu periksa kondisi dinamo starter apabila kalian melakukan service atau tune up mobil kalian. Pasalnya ketika dinamo starter mobil rusak, mau tidak mau kalian harus mengeluarkan budget untuk memperbaikinya. Karena cara memperbaiki dinamo starter mobil pun tidak bisa dilakukan sembarangan.

Cara Melepas Dinamo Starter Mobil dan Memasangnya

Cara Melepas Dinamo Starter Mobil dan Memasangnya

Terutama pada saat kalian ingin melepas dinamo tersebut dari dudukan mesin dan ketika kalian akan memasangnya kembali. Hal ini mengingat dinamo starter sendiri merupakan komponen yang terhubung langsung dengan mesin dan juga aki mobil. Maka dari itu bagi kalian yang ingin melakukan pengecekan, berikut adalah panduan cara melepas dinamo starter mobil yang baik dan benar.

Tujuan Melepas Dinamo Starter Mobil

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, tujuan utama dari pelepasan dinamo starter mobil sendiri adalah untuk melakukan perawatan, pengecekan kondisi apakah masih bagus atau tidak. Selain itu, melepas dinamo starter mobil pun bertujuan untuk proses perbaikan apabila terjadi kerusakan pada komponen penting yang satu ini.

Persiapan Sebelum Melepas  & Memasang

Persiapan Sebelum Melepas Memasang Dinamo Starter Mobil

Setelah mengetahui tujuan utama dari proses pelepasan dinamo starter dari dudukannya. Berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus kalian lengkapi ketika ingin mengikuti panduan otoflik.com tentang cara melepas dinamo starter mobil dan memasangnya kembali agar tidak adanya kecelakaan kerja yang fatal. Lalu apa saja persiapannya ?

  1. Pastikan bahwa posisi mobil sudah terparkir dengan aman. Hal ini dapat kalian lakukan dengan menarik rem tangan ke posisi pengereman.
  2. Kemudian hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah membuka kaca jendela mobil.
  3. Lalu pastikan juga kalian sudah melepas kunci kontak dari slot kuncu dan meletakannya dibagian luar mobil. Hal ini bertujuan untuk membuat alarm mobil tidak akan aktif ketika kalian memasang aki.
  4. Lalu pastikan pula bahwa kalian sudah memutus jaringan kelistrikan mobil dari aki. Jika tidak takutnya akan mengacaukan sistem elektronik mobil seperti ECU atau audio mobil yang terpasang.

Diatas merupakan beberapa persiapan yang harus kalian lakukan pada mobil yang ingin kalian lepas dinamo starternya untuk dilakukannya perawatan atau perbaikan karena rusak ataupun alasan yang lain. Dan dibawah ini merupakan beberapa alat-alat yang dibutukan untuk membuka atau melepas dan memasang dinamo starter dari mboil.

  1. Kunci 10, siapkan beberapa mode kunci seperti ring, pas, atau kombinasi.
  2. Kundi 12, siapkan juga beberapa mode kunci seperti ring, pas, atau kombinasi.
  3. Kunci 14 socket dengan sambungan shock atau extension bar pendek dan juga stang ratchet.

Cara Melepas Dinamo Starter Mobil

Cara Melepas Dinamo Starter Mobil

Apabila kalian sudah menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan untuk melepas dinamo starter mobil serta sudah memastikan bahwa posisi mobil sudah sesuai dengan arahan kami diatas, maka berikut ini adalah panduan cara melepas dinamo starter mobil yang harus kalian lakukan dengan baik dan benar.

#1. Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah membuka atau melepas terminal negatif ( – ) aki dengan menggunakan kunci 10 pas, ring atau kombinasi yang sudah disediakan.

#2. Apabila terminal negatif ( – ) sudah terkepas, kami sarankan untuk segera membungkus ujung terminal kabel dengan menggunakan kain, plastik, atau tutup dengan menggunakan bahan isolator lainnya.

#3. Lalu lanjutkan dengan membuka mur pengikat terminal 30 dinamo starter dengan menggunakan kunci ring 12. Apabila sudah terbuka, silahkan kalian lepaskan kabel yang menempel di terminal 30 tersebut dan singkirikan ke posisi yang tidak mengganggu proses pelepasan dinamo starter.

#4. Kemudian lepaskan soket terminal 50  dinamo starter daro posisi.

#5. Selanjutnya silahkan kalian buka baut pengikat dinamo starter ke mesin dengan menggunakan kunci ratchet dan soket 14. Apabila dibutuhkan silahkan gunakan sambungan atau extension bar pendek agar lebih mempermudah dan mempercepat proses pelepasan baut.

#6. Jika semu baut pengikat sudah kalian lepaskan, silahkan kalian keluarkan dinamo starter dari mesin mobil.

Cara Memasang Dinamo Starter Mobil

Cara Memasang Dinamo Starter Mobil

Setelah berhasil mengeluarkan dinamo starter dari posisinya, silahkan kalian cek semua kondisinya. Pastikan kondisi dari dinamo starter benar-benar dalam keadaan baik. Apabila terjadi kerusakan, silahkan kalian perbaiki dengan mengikuti panduan cara memperbaiki dinamo starter mobil yang rusak.

Dan jika sudah selesai, silahkan pasang kembali dinamo starter tersebut seperti posisi semula dengan cara :

#1. Pertama silahkan kalian masukan atau posisikan dinamo starter mobil ke dudukan atau tempatnya sesuai dengan posisinya.

#2. Lalu pasang baut 14 yang merupakan baut pengikat dinamo starter dengan mesin. Kencangkan semua baut tersebut dengan menggunakan racthet dan kunci 14 socket.

#3. Jika semua baut pengikat sudah terpasang dan kencang, silahkan kalian pasang kembali socket terminal 50 pada posisinya.

#4. Lanjutkan dengan memasang kembali kabel terminal 30 dan kencangkan dengan mur 12  menggunakan kunci ring 12.

#5. Apabila semua bagian dinamo starter sudah kalian pasang kembali, silahkan pasang kabel terminal negatif ( – ) ke terminal negatif ( – ) aki dan kencangkan dengan menggunakan mur 10.

#6. Sampai disini, silahkan kalian coba hidupkan mesin untuk memastikan dinamo starter bisa bekerja dengan semestinya kembali.

Seperti itulah kiranya panduan cara melepas dinamo starter mobil dan memasangnya kembali dalam proses pengecekan, perawatan dan juga perbaikan dinamo starter apabila rusak. Semoga apa yang sudah otoflik.com sampaikan diatas bisa bermanfaat dan bisa menjadi referensi yang menarik untuk bisa kalian simak.

Itulah tadi informasi mengenai 12 Cara Melepas Dinamo Starter Mobil & Memasangnya Kembali dan sekianlah artikel dari kami banmobiljakarta.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

12 Cara Melepas Dinamo Starter Mobil & Memasangnya Kembali oleh - banmobiljakarta.xyz

By topglobal99 → Friday, August 14, 2020

Halo sahabat selamat datang di website banmobiljakarta.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sistem Kemudi Mobil : Jenis, Fungsi dan Komponen 2020 oleh - banmobiljakarta.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sistem Kemudi Mobil â€" Mudahnya menggerakan arah roda depan sebuah mobil tidak terlepas adanya sistem kemudi yang merupakan salah satu komponen utama dari sasis mobil. Dengan adanya komponen tersebut tentu saja pengemudi akan dapat dengan mudah dan leluasa mengatur gerakan mobil yang di kendarainya.

Tidak heran apabia komponen yang satu ini harus terus di perhatikan dan di rawat dengan baik karena menjadi komponen utama yang akan menunjang keselamatan berkendara. Dalam penggunaannya sistem kemudi menggunakan mekanisme cukup simple yang menghubungkan antara tuas kemudi ke bagian as roda.

Dan jika di lihat dari sistem kerjanya, tentu saja sistem kemudi pada sebuah mobil tersusun dari beberapa komponen lain yang saling terhubung untuk bisa menggerakan roda-roda tersebut. Namun perlu di ketahui komponen-komponen tersebut juga akan berbeda tergantung dari jenis sistem kemudi mobil yang digunakan.

Namun pada umumnya, sistem kemudi hanya terdiri dari roda kemudin, poros utama, tempat poros utama, gear box dan sambungan-sambungan kemudi. Yang dimana semua bagian-bagian tersebut harus ada dalam sistem kemudi agar bisa membuatnya bekerja secara maksimal sesuai dengan apa yang diharapakan.

Jenis, Fungsi, dan Komponen Sistem Kemudi Mobil

Jenis Fungsi dan Komponen Sistem Kemudi Mobil

Tidak hanya akan membahas mengenai komponen sistem kemudi mobil, pada artikel terbaru ini, otoflik.com juga akan membagikan dan menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis sistem kemudi serta fungsi utama sistem kemudi. Nah tidak usah panjang lebar lagi, berikut penjelasan lengkap seputar sistem kemudi pada mobil.

Jenis Sistem Kemudi Mobil

Dalam perjalanan dan perkemngan teknologi khususnya dalam industri otomotif mobil. Pada dasarnya sistem kemudi kendaraan roda empat sendiri hanya dibedakan menjadi dua jenis saja sampai dengan saat ini. Yaitu Sistem kemudi manual dan sistem kemudi power steering. Dan berikut sedikit penjelasannya.

1. Sistem Kemudi Manual

Sistem Kemudi Manual

Sesuai dengan namanya, sistem kemudi manual merupakan salah satu sistem kemudi pertama yang digunakan untuk dapat menggerakan arah roda mobil saat berjalan. Dalam membelokan roda-roda bagian depan, pada sistem ini jelas hanya memanfaatkan komponen yang dibutuhkan yang sudah disusus untuk saling berhubungan (linkage).

Terkesan sangat simple, mudah dipahami dan memiliki cara kerja yang cukup mudah. Sayangnya sistem kemudi manual pada mobil ini membuat kita sebagai pengemudi harus ekstra mengeluarkan tenaga yang cukup besar karena dalam sistem ini semuanuya harus dilakukan secara manual. Hal ini yang membuat sebagian besar pengemudi merasakan lelah yang lebih cepat.

2. Sistem Kemudi Power Steering

Sistem Kemudi Power Steering

Kemudian jenis sistem kemudi mobil yang berikutnya dan yang sudah mendapatkan pembaharuan adalah sistem kemudi yang sudah di lengkapi dengan power steering. Yang dimana dalam penerapannya sistem kemudi ini akan dibantu dengan adanya dorongan dari minyak atau oli power steering yang di pompa oleh van pump.

Yang dimana van pump tersebut hanya akan dapat bergerak dan bekerja pada saat mesin mobil hidup. Mengingat bekerjanya van pump ini akan diputar melalui belt dan atau dengan menggunakan motor listrik untuk beberapa jenis mobil tertentu seperti jenis mobil yang sudah menggunakan teknologi ESP atau Electronic Power Steering.

Beberapa kelebihan yang akan didapat oleh pengemudi mobil yang sudah mengunakan jenis atau tipe sistem kemudi power steering ini antara lain adalah :

  • Dapat mengurangi daya pengemudian atau sering juga disebut dengan istilah Steering Effort.
  • Membuat kesetabilan pengemudian mobil yang lebih baik dan lebih akurat.
  • Serta membuat tenaga yang di butuhkan pengemudi tidak terlalu banyak sehingga tidak membuatnya cepat lelah.

Fungsi Sistem Kemudi Mobil

Fungsi utama dari sistem kemudi mobil yaitu sebagai pengatur arah laju kendaraan sesuai dengan keinginan para pengemudi mobil tersebut dengan cara membelokan roda depan ke kiri atau ke kanan lewat roda kemudi yang terdapat di dalam kabin mobil. Alhasil mobil pun akan bisa bergerak dengan leluasa sesuai dengan arah roda depan yang di kendalikan pengemudi.

Cara Kerja Sistem Kemudi Mobil

Sementara itu seperti yang kami sampaikan diatas, cara kerja dari sistem kemudi sendiri terbilang cukup mudah dan simple karena ketika roda kemudi (steering wheel) diputar, maka steering mainshaft akan secara otomatis meneruskan tenaga putar tersebut ke bagian  steering gear.

Dimana pada saat putaran sudah sampai di steering gear, tenaga putar pun akan diperbesar untuk mendapatkan momen yang lebih besar untuk bisa menggerakan roda depan melalui rangkaian sistem kemudi atau steering linkage.

Tipe Sistem Kemudi Secara Manual

Sebelum masuk dalam pembahasan komponen sistem kemudi mobil manual, disini otoflik.com akan jelaskan juga beberapa tipe sistem kemudi manual yang bisa dibilang cukup banyak digunakan di dalam industri otomotif. Apa saja tipe-tipenya ?

1. Rack and Pinion

Sistem Kemudi Rack and Pinion

Tipe sistem kemudi secara manual yang pertama dan sering digunakan pada beberapa jenis mobil yang ada di dunia ini adalah Rack and Pinion. Yang dimana jenis ini memiliki cara kerja yang bisa dibilang cukup baik. Karena pada saat steering wheel diputar, maka pinion pun akan ikut berputar. Dan putaran tersebuta kan di gunakan untuk mengggerakan rack dari sisi samping ke samping.

Sesampainya disini, gerakan tersebut akan di teruskan melalui komponen tie rod ke bagian lengan nakel pada bagian roda-roda depan. Dengan begitu roda pun akan tertekan dan tertarik yang membuatnya bisa mengikuti arah gerakan steering wheel baik ke arah kanan ataupun ke arah kiri.

Kelebihan Sistem Kemudi Manual Rack and Pinion

  • Mempunyai konstuksi yang cukup sederhanda dan cukup ringan.
  • Perpindahan momen yang dibutuhkan jauh lebih baik dan lebih ringan.
  • Singgungan antara gigi rack dan gigi pinion dilakukan secara langsung.

Kekurangan Sistem Kemudi Manual Rack and Pinion

  • Hanya cocok digunakan pada jenis mobil penumpang yang memiliki ukuran kecil atau sedang.
  • Karena memiliki bentuk gigi, membuatnya cepat aus ketika masuk dalam pemakaian yang cukup lama.

2. Recirculating Ball

Sistem Kemudi Recirculating Ball

Kemudian tipe sistem kemudi mobil secara manual yang berikutnya adalah Recirculating Ball.  Pada tipe ini, bisa dibilang memiliki cara kerja yang juga cukup mudah dan simple, karena pada saat steering wheel diputar, maka poros utama tersebut akan langsung membelok karena terhubung dengan roda kemudi.

Dan dibagian ujung dari poros utama tersebut terdapat roda gigi cacing dan mur pada bagian bak roda gigi kemudi yang akan menambah tenaga serta akan memindahkan gerak putar dari steering wheel ke gerakan maju mundur dari pitman arm yang terbagi menjadi beberapa komponen.

Seperti batang penghubung atau Relay Rod, Lengan Idler atau Idler Arm, Lengan Nakel Arm dan juga Tie Rod. Beberapa sambungan tersebut akan memindahkan gaya putar yang didapat dari steering wheel ke roda-roda depan dengan cara memutar komponen bernama ball joint yang terdapat dibagian Lower Arm.

Kelebihan Sistem Kemudi Recirculating Ball

  • Memiliki gigi kemudi yang terbilang lebih besar yang membuatnya bisa digunakan pada beberapa tipe atau jenis mobil besar.
  • Memiliki tingkat keausan roda gigi yang lebih kecil.
  • Pemutaran roda kemudi jauh lebih ringan.

Kekurangan Sistem Kemudi Recirculating Ball

  • Memiliki konstruksi yang cukup rumit.
  • Mempunuai biaya perbaikan yang lebih mahal.

Komponen Sistem Kemudi Manual

Setelah kalian mengetahui tentang tipe sistem kemudi mobil secara manual. Berikut ini adalah beberapa komponen utama sistem kemudi mobil secara manual yang bisa kalian pahami.

1. Steering Wheel

Steering Wheel

Ini merupakan komponen yang terletak dibagian dalam kabin mobil yang akan langsung berhubungan dengan pengemudi mobil. Fungsi utama Steering Wheel atau roda kemudi yaitu sebagai komponen pengendai awal sistem kemudi setelah pengemudi. Dan dari komponen inilah pengemudi akan dapat dengan mudah membelok-belokan posisi roda depan.

2. Steering Column

Steering Column

Komponen yang kedua yaitu Steering Column, komponen ini secara langsung terpasang pada bodi mobil melalui braket column yang memilik tipe breakway. Dengan begitu steering column ini akan dapat bergeser naik dan turun. Selain itu komponen ini juga merupakan mekanis penyerap energi berupa gaya dorong dari kemudi pada saat terjadi tabrakan.

3. Steering Gear Box

Steering Gear Box

Selain itu ada juga Steering Gear Box, yang diman akomponen ini memiliki fungsi utama untuk mengarakan roda depan dan juga sebagai gigi reduksi yang akan digunakan untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi lebih ringan. Biasnaya perbandingan reduksi atau perbandingan steering gear ini berada diantara 18-20 : 1.

4. Steering Lingkage

Steering Lingkage

Kemudian ada juga komponen bernama Steering Linkage. YUang dimana komponen ini terdiri dari rod dan arm yang akan berfungsi untuk meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke bagian roda depan.

5. Ball Joint

Ball Joint

Dan komponen sistem kemudi manual pada sebuah mobil yang tidak kalah pentingnya adalah Ball Joint. Dimana komponen ini harus ada pada setiap sambungan. Karena tujuan utama dari adanya komponen ini adalah untuk membuat pergerakan sambungan bisa bebas dan membuat distribusi gerak akan semakin halus.

6. Dust Boot

Dust Boot

Lalu ada juga Dust Boot, yang dimana komponen ini berfungsi untuk melindungi komponen rack dari kotoran berupa debu atau yang lainnya. Sementara komppnen Dust Boot sendiri terbuat dari material karet yang cukup lentur sehingga akan dapat mengikuti gerak rack shaft.

Nah itulah kiranya informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini seputar sistem kemudi mobil baik itu manual atau pwoer steering. Semoga apa yang sudah kami jelaskan bisa bermanfaat dan bisa menjadi refernsi yang menarik untuk kalian simak. Sekian dan terimakasih.

Itulah tadi informasi mengenai Sistem Kemudi Mobil : Jenis, Fungsi dan Komponen 2020 oleh - banmobiljakarta.xyz dan sekianlah artikel dari kami banmobiljakarta.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Sistem Kemudi Mobil : Jenis, Fungsi dan Komponen 2020 oleh - banmobiljakarta.xyz

By topglobal99 → Sunday, August 9, 2020